Kamis, 09 Januari 2014

HAL YANG PENTING DALAM PROSES PENANGKAPAN IKAN


HAL YANG PENTING DALAM PROSES PENANGKAPAN IKAN
 
BAB I PENDAHULUAN

A.           LATAR BELAKANG
Pada dasarnya dalam suatu operasi penangkapan ikan, penggunaan berbagai macam jenis alat penangkapan ikan tidak dipermasalahkan jika sesuai dengan target ikan yang akan ditangkap. Dalam rangka mewujudkan tujuan pengelolaan perikanan seperti yang diamanatkan dalam Undang-undang No. 31 tahun 2004 tentang perikanan yaitu agar sumberdaya ikan tetap lestari serta pemanfaatannya  dapat optimal dan berkelanjutan maka perlu dilakukan beberapa langkah yang berkaitan dengan penggunaan alat penangkapan ikan di antaranya yaitu, pembuatan ketentuan/peraturan yang mengatur tentang penggunaan alat penangkapan ikan, pencantuman jenis dan dimensi utama alat penangkapan ikan yang digunakan dalam SIPI, pengawasan penggunaan alat penangkapan ikan di lapangan.

Melalui sejumlah penelitian, perikanan, Indonesia tengah menghadapi ancaman. Beberapa perairan mengalami penangkapan berlebihan untuk beberapa jenis ikan predator besar. Pengelolaan yang berdasarkan pendekatan ekosistem menjadi salah satu pilihan untuk menata kembali perikanan Indonesia.

B.                 DEFINISI  ALAT PENANGKAPAN IKAN
Alat penangkapan ikan adalah sarana dan perlengkapan atau benda-benda lainnya yang dipergunakan untuk menangkap ikan. Sedangkan sarana yang dimaksud merupakan sarana apung atau kapal/perahu yang digunakan untuk mengoperasikan alat di suatu perairan.
Kapal perikanan merupakan kapal, perahu, atau alat apung lain yang dipergunakan untuk melakukan penangkapan ikan, mendukung operasi penangkapan ikan, pembudidayaan ikan, pengangkutan ikan, pengolahan ikan, pelatihan perikanan, dan penelitian/eksplorasi perikanan (UU no.31 Th. 2004). Perlengkapan atau benda-benda lainnya merupakan mesin bantu penangkapan ikan (Deck Machinery) seperti penarik tali (line hauler dan winch), penggulung tali atau kelos (line reel) dan penarik jaring (net drum atau power blok), alat bantu penduga adanya gerombolan ikan (echo sounder, fish finder, sonar), dan alat bantu pengumpul ikan (rumpon, lampu) (Riza Rahman Hakim, S.Pi).

C.                 KLASIFIKASI  ALAT PENANGKAP IKAN
a.                   Klasifikasi Alat Penangkapan Ikan Berdasarkan Statistik Perikanan Indonesia

1.             Pukat Udang (Shrimp Trawl)
Merupakan  jenis jaring berbentuk kantong dengan sasaran tangkapannya udang. Jaring dilengkapi sepasang (2 buah) papan pembuka mulut jaring (otter board), tujuan utamanya untuk menangkap udang dan ikan dasar (domersal), yang dalam pengoperasiannya menyapu dasar perairan dan hanya boleh ditarik oleh satu kapal motor (Mukhtar, A.Pi, M.Si)

2.              Pukat Ikan (Fish Net)
Pukat Ikan atau Fish Net adalah jenis penangkap ikan berbentuk kantong bersayap yang dalam operasinya dilengkapi (2 buah) papan pembuka mulut (otter board), tujuan utamanya untuk menangkap ikan perairan pertengahan (mid water) dan ikan perairan dasar (demersal), yang dalam pengoperasiannya ditarik melayang di atas dasar hanya oleh 1 (satu) buah kapal bermotor (Mukhtar, A.Pi, M.Si)

3. Pukat Kantong (Seine Net)
Pukat Kantong adalah alat penangkapan ikan berbentuk kantong yang terbuat dari jaring dan terdiri dari 2 (dua) bagian sayap, badan dan kantong jaring. Bagian sayap pukat kantong (seine net) lebih panjang daripada bagian sayap pukat tarik (trawl). Alat tangkap ini digunakan untuk menangkap berbagai jenis ikan pelagis, dan demersal. Pukat kantong terdiri dari Payang, Dogol dan Pukat Pantai (Mukhtar, A.Pi, M.Si).

4. Pukat Cincin (Purse Seine)
Pukat cincin atau jaring lingkar (purse seine) adalah jenis jaring penangkap ikan berbentuk empat persegi panjang atau trapesium, dilengkapi dengan tali kolor yang dilewatkan melalui cincin yang diikatkan pada bagian bawah jaring (tali ris bawah), sehingga dengan menarik tali kolor bagian bawah jaring dapat dikerutkan sehingga gerombolan ikan terkurung di dalam jaring (Mukhtar, A.Pi, M.Si). Prinsip menangkap ikan dengan jaring lingkar adalah dengan melingkari suatu gerombolan ikan dengan jaring, setelah itu jaring bagian bawah dikerutkan, dengan demikian ikan-ikan terkumpul di bagian kantong.

D.           Hasil Tangkapan

Ikan yang menjadi tujuan utama penangkapan dari purse seine adalah ikan-ikan yang “Pelagic Shoaling Species”, yang berarti ikan-ikan tersebut haruslah membentuk shoal (gerombolan), berada dekat dengan permukaan air (sea surface) dan sangatlah diharapkan pula agar densitas shoal itu tinggi, yang berarti jarak antara ikan dangan ikan lainnya haruslah sedekat mungkin. Jenis ikan yang ditangkap dengan purse seine terutama di daerah Jawa dan sekitarnya adalah : Layang (Decapterus spp), bentang, kembung (Rastrehinger spp) lemuru Sardinella spp), cumi-cumi dan lain-lain.
E.            Daerah Penangkapan
Purse seine dapat digunakan pada fishing ground dengan kondisi sebagai berikut :
1.      A spring layer of water temperature adalah areal permukaan laut.
2.      Jumlah ikan berlimpah dan bergerombol pada area permukaan air.
3.      Kondisi laut bagus

F.              Alat Bantu Penangkapan

a. Lampu
Fungsi lampu untuk penangkapan adalah untuk mengumpulkan kawanan ikan kemudian dilakukan operasi penangkapan dengan menggunakan berbagai alat tangkap, seperti purse seine.
b. Rumpon
Rumpon umumnya dipasang pada kedalaman 30-75 m. Kedudukan rumpon ada yang diangkat-angkat, tetapi ada juga yang bersifat tetap tergantung pemberat yang digunak
Dalam praktek penggunaan rumpon yang mudah diangkat-angkat tersebut diatur sedemikian rupa setelah purse seine dilingkarkan, maka pada waktu menjelang akhir penangkapan, rumpon secara keseluruhan diangkat dari permukaan air dengan bantuan perahu penggerak Untuk rumpon tetap atau rumpon dengan ukuran besar, tidak perlu diangkat sehingga untuk memudahkan penangkapan dibuat rumpon mini.

Pada waktu penangkapan mulai diatur begitu rupa, diusahakan agar ikan-ikan berkumpul disekitar rumpon dipindahkan atau distimulasikan ke rumpon mini. Caranya ada beberapa macam misalnya dengan menggiring dengan menggerak-gerakkan rumpon induk dari atas perahu melalui pelampung-pelampungnya. Cara lain yang ditempuh yaitu seakan-akan meniadakan rumpon induk untuk sementara waktu dengan cara menenggelamkan rumpon induk atau mengangkat sebagian dari rumpon yang diberi daun nyiur ke atas permukaan air. Sehingga ikan-ikan yang semula berkumpul di sekitar rumpon pindah beralih ke rumpon mini dan disini dilakukan penangkapan.

Sementara itu bisa juga digunakan tanpa sama sekali mengubah kedudukan rumpon yaitu dengan cara mengikatkan tali slambar yang terdapat di salah satu kaki jaring pada pelampung rumpon, sedang ujung tali slambar lainnya ditarik melingkar di depan rumpon. Menjelang akhir penangkapan satu dua orang nelayan terjun kedalam air untuk mengusir ikan-ikan di sekitar rumpon masuk ke kantong jaring. Cara yang hampir serupa juga dapat dilakukan yaitu setelah jaring dilingkarkan di depan rumpon maka menjelang akhir penangkapan ikan-ikan di dekat rumpon di halau dengan menggunakan galah dari satu sisi perahu.

G.           Teknik Penangkapan (Sitting dan Moulting)

Pada umumnya, jaring dipasang dari bagian belakang kapal meskipun ada juga yang menggunakan samping kapal. Urutan operasi dapat digambarkan sebagai berikut :

a).Pertama-tama haruslah menemukan gerombolan ikan. Hal  Ini dapat dilakukan berdasarkan pengalaman-pengalaman, seperti adanya perubahan warna permukaan air laut, ikan-ikan yang melompat di permukaan terlihat riak-riak kecil, buih-buih di permukaan laut akibat udara-udara yang dikeluarkan ikan, burung-burung yang menukik dan menyambar-nyambar permukaan laut dan sebagainya. Hal-hal tersebut diatas biasanya terjadi pada dini hari sebelum matahari keluar atau sore hari setelah matahari terbenam disaat-saat mana gerombolan ikan-ikan aktif naik ke permukaan laut. Tetapi dengan perkembangan teknologi sekarang, berbagai alat bantu (fish finder, echosonder, sonar dan lai-lain) waktu operasipun tidak lagi terbatas pada dini hari atau sore hari, siang haripun jika gerombolan ikan diketemukan maka operasi penangkapan dapat dilakukan.
4.7   Hal-hal yang Mempengaruhi Keberhasilan Penangkapan

·         Kecerahan perairan, transparasi air penting diketahui untuk menentukan kekuatan atau banyak sedikit lampu. Jika kecerahan kecil berarti banyak zat-zat atau partikel-partikel yang menyebar di dalam air, maka sebagian besar pembiasan cahaya akan habis tertahan (diserap) oleh zat-zat tersebut, dan akhirnya tidak akan menarik perhatian atau memberi efek pada ikan yang ada yang letaknya relatif berjauhan.

·         Adanya gelombang, angin dan arus angin. Arus kuat dan gelombang besar jelas akan mempengaruhi kedudukan lampu. Justru adanya faktor-faktor tersebut yang akan merubah sinar-sinar yang semula lurus menjadi bengkok, sinar yang terang menjadi berubah-ubah dan akhirnya menimbulkan sinar yang menakutkan ikan (flickering light). Makin besar gelombang makin besar pula flickering light yang terjadi dan makin besar hilangnya efisiensi sebagai daya penarik perhatian ikan-ikan maupun biota lainnya menjadi lebih besar karena ketakutan

·         Sinar bulan, pada waktu purnama sukar sekali untuk diadakan penangkapan dengan menggunakan lampu (ligth fishing) karena cahaya terbagi rata, sedang untuk penangkapan dengan lampu diperlukan keadaan gelap agar cahaya lampu terbias sempurna ke dalam air.

·         Musim, untuk daerah tertentu bentuk teluk dapatmemberikan dampak positif untuk penangkapan yang menggunakan lampu, misalnya terhadap pengaruh gelombang besar, angin dan arus kuat. Penangkapan dengan lampu dapat dilakukan di daerah mana saja maupun setiap musim asalkan angin dan gelombang tidak begitu kuat.

·         Ikan dan  binatang buas, walaupun semua ikan pada prinsipnya tertarik oleh cahaya lampu, namun umumnya lebih didominasi oleh ikan-ikan kecil. Jenis-jenis ikan besar (pemangsa) umumnya berada di lapisan yang lebih dalam sedang binatang-binatang lain seperti ular laut, lumba-lumba berada di tempat-tempat gelap mengelilingi kawanan-kawanan ikan-ikan kecil tersebut. Binatang-binatang tersebut sebentar-sebentar menyerbu (menyerang) ikan-ikan yang berkerumun di bawah lampu dan akhirnya mencerai beraikan kawanan ikan yang akan ditangkap.

·         Panjang dan kedalaman jaring, untuk purse seine yang beroperasi dengan satu kapal digunakan jaring yang tidak terlalu panjang tetapi agak dalam karena gerombolan ikan di bawah lampu tidak bergerak terlalu menyebar . jaring harus cukup dalam untuk menangkap gerombolan ikan mulai permukaan sampai area yang cukup dalam di bawah lampu.

·         Kecepatan kapal pada waktu melingkari gerombolan ikan, jika kapal dijalankan cepat maka gerombolan ikan dapat segera terkepung.

·         Kecepatan menarik purse line, purse line harus ditarik cepat agar ikan jangan sampai melarikan diri ke bawah.
Mesh size, dari percobaan-percobaan terdapat kecenderungan bahwa sesuatu mesh size mempunyai sifat untuk menjerat ikan hanya pada ikan-ikan yang besarnya tertentu batas-batasnya. Dengan kata lain, gill net akan selektif terhadap besar ukuran dari catch yang diperoleh. Oleh sebab itu untuk mendapatkan catch yang besar jumlahnya pada pada suatu fishing ground, hendaklah mesh size disesuaikan besarnya
  1. Persiapan/perbekalan
Terlepas dari perbekalan dalam hal konsumsi bagi para nelayan, ada beberapa hal penting yang harus dipersiapkan sebelum berangkat ke daerah penangkapan karena hal tersebut berhubungan langsung dengan keberhasilan suatu kegiatan penangkapan yang akan dilakukan. Hal-hal tersebut diantaranya yaitu:
·         Kesiapan alat tangkap, alat tangkap yang digunakan harus benar-benar sudah siap untuk diopersikan sehingga dapat menambah efektifitas penangkapan dan mengurangi hambatan yang kemungkinan bisa terjadi. Maka sebelum berangkat, pemeriksaan terhada sobekan-sobekan pada jaring harus diperketat.

·         BBM berupa solar sebanyak 100 - 200 liter tiap satu trip, solar dalam hal ini memiliki andil besar dalam membantu kegiatan penangkapan. Dari awal keberangkatan kapal, pengoperasian alat tangkap, hingga kembali lagi ke pelabuhan, kapal selalu menggunakan mesin sebagai alat penggerak yang mebutuhukan bahan bakar. Dengan kata lain, ketersediaan bahan bakar sangat mempengaruhi keberhasilan suatu penangkapan.

·         Es yang disediakan harus cukup untuk menangani ikan hasil tangkapan. Es yang biasa disediakan berkisar antara 20-50 balok setiap satu trip, dimana target penangkapan dalam setiap satu trip yaitu berkisar antara 500kg hingga 1 ton.

·         ABK (anak buah kapal) harus benar-benar siap dan diusahakan agar semua bisa ikut dalam setiap kali penangkapan, dimana jumlah seluruh ABK yaitu sebanyak 25 orang. Hal ini harus diperketat karena salah satu hal yang mempengaruhi keberhasilan penangkapan adalah jumlah ABK dan faktor kemalasan ABK.
Kegunaan lampu untuk alat penangkapan adalah untuk mengumpulkan kawanan ikan kemudian melakukan operasi penangkapan dengan menggunakan gill net. Jenis-jenis lampu yang digunakan bermacam-macam antara lain :
a.                   Ancor / obor
b.                  Lampu petromak / starmking
c.                   Lampu listrk ( penggunaannya masih terbetas )
Faktor yang paling berpengaruh dalam penggunaan lampu adalah kekuatan cahaya lampu yang digunakan, selain itu juga ada beberapa faktor lain kecerahan , gelombang, angin, arus, dan sinar bulan




b. Payaos

Payaos merupakan rumpon laut dalam yang berperan dalam pengumpulan ikan pada tempat tertentu dan dilakukan operasi penangkapan. Pelampung payous terdiri dari 60-100 batang bambu yang disusun dan diikat menjadi satu sehingga membentuk rakit (raft), selain dari bamboo, pelampung juga terbuat dari alumunium. Tali pemberat (tali yang menghubungkan antara pelampung dan pemberat) mencapai 1000-1500 m, terbuat dari puntalan rotan, bahan syntetik seperti polyethylene, nylon, polyester, polypropylene. Sedangkan pemberat berkisar 1000-3500 kg yang terbuat dari batu dimasukkan dalam keranjang rotan dan cor-coran semen. Dan untuk rumbai-rumbainya digunakan daun nyiur dan bekas tali polyethylene dan ban bekas.

(http://duniaperikanan.wordpress.com/2009/08/10/gillnet/)
(Nomura and Yamazaki, 1977)

PKM_K


USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

JUDUL PROGRAM
MODIVIKASI NASI KARAK MENJADI SUSHI “ SUSHINAKA “ UNTUK MENGGUGAH LIDAH MASYARAKAT TERHADAP MAKANAN TRADISIONAL

BIDANG KEGIATAN
PKM-K

Abdul Bari                201123007      angkatan 2011
Devi wulandari S.     201123009      angkatan 2011



UNIVERSITAS ABDURRACHMAN SALEH
SITUBONDO
2012

HALAMAN PENGESAHAN
1.    Judul kegiatan        : Modivikasi Nasi Karak Menjadi Sushi “ SUSHINAKA”
Untuk Menggugah  Lidah Masyarakat Terhadap Makanan
Tradisional
2.    Bidang kegiatan     : (   ) PKM-P               (X) PKM-K
(   ) PKM-T                (   ) PKM-M
3.    Ketua pelaksana kegiatan
a)    Nama lengkap                              : Abdul bari
b)   NIM                                             : 201123007
c)    Jurusan/fakultas                           : Agribisnis/ pertanian
d)   Universitas                                   : Abdurrachman Saleh Situbondo
e)    Alamat rumah dan telp/hp           : Penambangan rt 8 rw 5, Bondowoso
f)    Alamat E-mail                              : unarsbari@yahoo.co.id
4.    Anggota pelaksana kegiatan          : 2 orang
5.    Dosen pendamping
a)    Nama lengkap                              : Yasmini Suryaningsih,S. Pt, MP.
b)   NIDN                                           :
c)    Alamat rumah dan telp/hp           : Jalan Hasan Assegaf Dawuhan Parse
RT.04 RW.03 No.16 Situbondo
085 230 817 076
6.    Biaya kegiatan total                      
a)    Dikti                                             : Rp 9.648.000,00
b)   Sumber lain                                  : -
7.    Jangka waktu pelaksanaan             : 4 bulan
Situbondo, 3 November 2012
Menyetujui,
Dekan Fakultas Pertanian
Universitas Abdurrachman Saleh,


(Ir. Martono Achmar, MM.)
NIP. 195709251986011001

Ketua Pelaksana Kegiatan



Abdul Bari
NIM. 201123007

Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan
Universitas Abdurrachman Saleh,


Ir. Endang Suhesti, MP
NIP. 360 231 062


            Dosen Pendamping



(Yasmini Suryaningsih,S. Pt, MP.)

A.           JUDUL
Modivikasi Nasi Karak Menjadi Sushi “ SUSHINAKA “ Untuk Menggugah  Lidah Masyarakat Terhadap Makanan Tradisional

B.            LATAR BELAKANG
Nasi karak merupakan makanan tradisional khas kota Situbondo yang keberadaannya sudah mulai menghilang. Dulunya makanan ini sangat lezat untuk  dinikmati bersama kelurga baik pagi, siang ataupun malam hari yang bisa kita jumpai di pedagang kaki lima, seiring berjalannya waktu makan ini mulai tidak diperjualkan lagi dikarenakan penikmat makanan ini mulai berpindah ke makanan modern seperti KFC, bakso buah, mie pangsit pelangi, burger, dan makanan modern lainnya. Pengalihan makanan tradisional ke makanan modern disebabkan oleh beberapa hal seperti bentuk makanan yang kurang menarik, tempat makanan yang kurang higienis, tempat jualan yang tidak strategis, serta orang berfikir kalau nasi karak terbuat dari nasi sisa yang dikumpulkan baik dari rumah makan ataupun rumah penduduk sekitar. Makanan ini memiliki nilai ekonomis yang tinggi apabila diperbaiki dari segi bentuk, warna nasi, cara penjualan, dan tempat yang higienis. Makanan tradisional ini bentuknya akan diubah menjadi SUSHI khas makanan jepang dengan bahan yang sama dari nasi karak untuk menggugah lidah para penjajah kuliner baik masyarakat Situbondo, luar kabupaten, serta para pelancong yang mau menuju Bali kiranya dapat menikmati dan menjadikan buah tangan khas kota Situbondo. Nasi pada makanan ini akan diberi warna makanan alami sehingga orang lebih tertarik dan memberikan pilihan ikan yang biasanya hanya ikan tongkol, dengan model susi pelanggan dapat memilih ikan bandeng atau udang untuk digulung kedalam susi. Penjualan makanan tradisonal ini melayani pemesanan yang dapat diantar sampai tujuan dengan biaya ditanggung oleh pemesan. Tempat penjualan makanan ini akan dilengkapi dengan wifi yang dapat dimanfaatkan oleh pembeli untuk membuka djaring sosial seperti facebook dan twitter tanpa dipungut biaya. Bagi pemesan setia yang sedang berulang tahun mendapatkan diskon 50 % sebagai hadiah dari penjual makanan khas tradisional. Selain menjual makanan tradisional khas Situbondo, penjual menyediakan gorengan yang dipesan dari masyarakat untuk menambah ekonomi masyarakat sekitar dan berbagai minuman seperti susu, kopi susu, kopi, teh dingin ataupun hangat.
C.            PERUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang diatas yang menjadi suatu permasalahan yaitu bagaimana cara memperkenalkan nasi karak dengan tampilan Susi khas makanan Jepang kepada penjaja kuliner dan mengubah cara berfikir dan anggapan masyarakat bahwa nasi karak bukan terbuat dari nasi sisa melainkan dari nasi yang layak dikonsumsi.
D.           TUJUAN
Adapun tujuan yang ingin dicapai yaitu :
1.      Menumbuhkan jiwa wirausaha dengan menuangkan dalam kehidupan nyata.
2.      Mengubah anggapan masyarakat kalau nasi karak bukan terbuat dari nasi sisa.
3.      Menciptakan peluang usaha dengan membaca kondisi disekitar yang belum ada atau masih jarang, dan menciptakan lapangan pekerjaan.
4.      Melestarikan makanan tradisional khas kota Situbondo.

E.            LUARAN YANG DIHARAPKAN
Diharapkan melalui kegiatan ini, banyak orang akan terinspirasi untuk berjualan nasi karak dengan inovasi yang berbeda dan banyak orang akan berfikir kalau nasi karak bukan berasal dari nasi sisa melainkan dari nasi layak konsumsi sehingga masyarakat dapat mencintai dan melestarikan makanan tradisional khas kota Situbondo.


F.             KEGUNAAN
Kegunaan kegiatan ini yaitu :
1.    Membuka peluang usaha bagi masyarakat yang ingin berwirausaha home industri, dalam artian makanan khas Situbondo, gorengan dipesan dari masyarakat sekitar untuk dijual pada pengunjung sehingga dapat menaikkan taraf hidup masyarakat.
2.    Memperkenalkan makanan tradisional masyarakat kota Situbondo
3.    Sebagai tempat untuk bersosialisasi dan mengerjakan tugas-tugas kuliah
4.    Sebagai tempat untuk mengapresiasikan diri

G.           GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA
Sedikitnya penjual nasi karak menjadi peluang tersendiri bagi kami yaitu merubah bentuk, warna, serta variasi pilihan ikan yang bertujuan untuk memanjakan lidah pecinta kuliner. Tempat jualan ini akan memutar lagu-lagu modern dan wifi gratis untuk memberikan kesan nyaman pada pengunjung dan memberikan fasilitas untuk mengerjakan tugas-tugas kuliah ataupun membuka djaring sosial. Produk susi yang yang berbahan nasi karak ini akan diberi nama “SUSHINAKA” dan tempat berjualan berkonsep tradisional kota Situbondo artinya komponen yang dipajang berupa benda-benda tradisional. Sushinaka ini akan dijual seharga Rp 4.000,00 dengan ikan tongkol, Rp 6.000,00 dengan ikan bandeng, Rp 8.000,00 dengan udang. Sushinaka ini tidak hanya dijual ditempat berjualan namun akan dititipkan di berbagai toko dan siap melayani dalam jumlah banyak. Tempat berjualan ini menerima pesanan dan biaya pengantaran ditanggung oleh pemesan. Selain produk utama berupa sushinaka kami juga menyediakan berbagai gorengan (tempe, tahu, pisang) seharga Rp 500 dan berbagai macam minuman (susu, kopi susu, teh anget dingin, dan susu jahe) seharga Rp 2000 – Rp 3500. Tempat angkringan ini akan akan beroperasi di daerah kampus, desa Karang Asam yang strategis karena bersebelahan dengan jalan raya jalur pantura Surabaya – Bali.

·         Produk
Sushinaka ini merupakan produk utama yang bisa dimakan ditempat atau dibawa pulang. Berbagai gorengan kami pesan dari masyarakat sekitar yang tujuannya untuk menambah ekonomi masyarakat sebagai pendukung tempat berjualan sushinaka

H.           METODE PELAKSANAAN
Berdirinya tempat berjualan sushinaka ini memerlukan beberapa peralatan dan bahan demi terlealisasikan kegitan ini, adapaun bahan dan alat utama dan pendukung yang didibutuhkan adalah sebagai berikut :
§  Bahan utama:
·      Beras
·      Soy sauce
·      Ikan (tongkol, bandeng, udang)
·      Seawead/ Nori
·      Tahu
·      Bumbu
·      Telur
·      Pandan
·      Bahan pendukung untuk minuman
·      Gula
·      Kopi
·       Susu
·      teh
§  Peralatan :
§  Kompor gas
§  Tabung gas elpiji 8 kg
§  Nampan dan telenan
§  Gelas
§  Piring
§  Pisau cincang
§  Sendok
§  Tikar penggulung
§  Panci
§  Timba
§  Peralatan kebersihan
Cara pembuatan:
1.    Nasi dimasak sampai matang, kalau sudah matang di taruh di wadah yg lebar biar nasi cepat dingin, sambil diaduk supaya tidak lengket.
2.    Nasi diberi garam sampai pas keasinannya, kemudian campur dengan kelapa parut.
3.    Siapkan tatakan tikar , ambil 1 lembar nori, taruh bagian kasar di atas (untuk bagian dalam sushi)
4.    Taruh nasi diatas seaweed dan diisi ikan, tahu yang diolah bumbu merah.
5.    gulung satu kali bersama2 dengan tikar, tapi telunjuk merapihkan nasi dan isi supaya masuk ke dalam nori.
6.    gulung terus ke dalam seaweed/nori, tapi tikarnya hanya untuk penekan kalau seluruh seaweed sudah membentuk gulungan seperti lontong, baru tikarnya dibuat sebagai penggulung untuk menekan roll sushi dan diikat dengan pandan ditengahnya.
7.    Langkah terakhir dipotong kecil-kecil sesuai bukan mulut dan diberi sauce kemudian siap untuk disajikan pada pelanggan/ dibungkus mika dan diberi label untuk para pemesan dan penitipan pada toko-toko didaerah Situbondo.





I.              JADWAL KEGIATAN
No
Kegiatan
Bulan
1.
Diskusi dengan dosen pendamping
1
2
3
4
5
6

Penentuan konsep tempat berjualan







Survei pedagang nasi karak diberbagai tempat







 Survei dan penentuan tempat jualan






 2.
Wawancara tehadap konsumen nasi karak 






 3.
 Persiapan peralatan






 4.
Pemesanan meja pelanggan






 
Pemesanan meja penyajian tempat makanan






 5.
Promosi kepada masyarakat sekitar






 6.
Penjualan mulai beroperasi 







 Evaluasi







J.              RANCANGAN BIAYA
No
Bahan dan alat
Satuan
Harga satuan
Jumlah
1.
Bahan habis pakai




a. Beras
1 Kw
Rp   8.500,00
Rp  850.000,00

b.  Soy Sauce(1,6 ltr)
5 botol
Rp 80.000,00
Rp  400.000,00

c. Gulungan tikar
2 buah
Rp 26.000,00
Rp    52.000,00

d. Telur
25 kg
Rp 15.000,00
Rp  375.000,00

e. Bumbu
1 paket

Rp  150.000,00

f. Tahu
10 papan
Rp 15.000,00
Rp  150.000,00

g. pandan


Rp    10.000,00

h. Isi Sushi
·         Ikan Tongkol
·         bandeng
·         Udang

10 kg
10 kg
10 kg

Rp 15.000,00
Rp 18.000,00
Rp 70.000,00

Rp  150.000,00
Rp  180.000,00
Rp  700.000,00
2.
Peralatan




a. kompor


Rp  350.000,00

b. Tabung gas elpiji 8 kg


Rp  130.000,00

c. Nampan
3 buah
Rp 22.000,00
Rp    66.000,00

d. Gelas besar
5 lusin
Rp 48.000,00
Rp  240.000,00

e. Telenan
1 buah
Rp 5.000,00
Rp      5.000,00

f. karpet untk pengunjung
3m X 6m
Rp 30.000,00
Rp  180.000,00

g. Timba dan bak gorengan
3 buah
Rp 25.000,00
Rp    75.000,00

h. Panci
2 buah
Rp 75.000,00
Rp  150.000,00

i. Piring tempat gorengan
1 lusin
Rp 40.000,00
Rp    40.000,00

j. termos
2 buah
Rp 55.000,00
Rp  110.000,00

k.Piring tempat makan susi
5 lusin
Rp 40.000,00
Rp  200.000,00

l. Sendok
5 lusin
Rp 11.000,00
Rp    55.000,00

m. Gulungan susi/tikar
2 buah
Rp 25.000,00
Rp  100.000,00

n. Wajan
1 paket

Rp  350.000,00

o. Blender


Rp  300.000,00

p. Alat kebersihan
1 paket

Rp    80.000,00
3.
Lain – lain




a. Transpport


Rp  500.000,00

b. Sewa tempat
Perbulan

Rp  750.000,00

c. promosi


Rp  750.000,00

d. meja mkan pengunjung
20 buah
Rp 25.000,00
Rp 500. 000,00

e. meja penyajian
1 buah

Rp  500.000,00

f. Dokumentasi
1 paket

Rp  300.000,00

g. evaluasi dan monitoring
3 orang

Rp  300.000,00

h. pemasangan wifi


Rp  500.000,00

i. pembuatan proposal
3 orang

Rp  300.000,00

j.gorengan dari masyarakat
1 paket

Rp  100.000,00

K. Bahan minuman
1 paket

Rp  200.000,00

Total


Rp 9.648.000,00
Catatan : Untuk beras persediaan selama 2 bulan karna dapat disimpan, sedangkan untuk ikan tidak dibeli sekaligus melainkan pembelian dilakukan sebanyak 1 kg setiap harinya.
Beroperasi tempat berjualan sushinaka ini merupakan prospek yang menjanjikan mengingat pendagang nasi karak sangat sedikit sehingga memiliki pesaing kecil dengan strategi bentuk makanan yang modern tetapi tetap mengacu pada tradisional, pendapatan perbulan dengan 100 pemesan makanan utama :
·                Nasi karak “SUSHINAKA” (produk utama) dengan keuntungan 25%.
Ø  Sushinaka dengan ikan tongkol
Rp 4.000,00 X 30 orang = Rp 120.000,00 X 25% = Rp 30.000,00
Ø  sushinaka dengan ikan bandeng
Rp 6.000,00 X 30 orang = Rp 180.000,00 X 25% = Rp 45.000,00
Ø  sushinaka dengan udang
Rp 8.000,00 X 40 orang = Rp 320.000,00 X 25% = Rp 80.000,00
·                total keuntungan selama 1 bulan
Rp 30.000,00 + Rp 45.000,00 + Rp 80.000,00
= Rp 155.000,00 X 30 hari = Rp 4.650.000,00
·           pendapatan gorengan ( makanan pendukung ) yang diambil dari masyarakat dengan harga Rp 500,00. Setiap pemesanan dalam jumlah besar memiliki bonus yaitu pembelian Rp 2.000,00 diberi bonus satu buah khusus pemesan:
Ø  Pendapatan gorengan tahu isi, tempe, pisang goreng Pembelian 25.000 dengan bonus tahu isi 13 buah. 13 tahu isi X Rp 500,00 = Rp 6.500,00
Ø  Pendapatan pisang goreng
Pisang goreng 13 buah X Rp 500,00 = Rp 6.500,00
Ø  Pendapatan tempe goreng
Tempe goreng 13 buah X Rp 500,00 = Rp 6.500,00
Total pendapatan gorengan 6.500,00 X 3 X 30 hari = Rp 585.000,00
·           Pendapatan untuk minuman dalam 1 bulan dengan keuntungan Rp 500,00 tiap pesanan minuman. Pendapatan minuman dengan 100 pemesan yaitu :
Ø  Minuman teh seharga Rp 1.500,00 dengan pemesan 25 orang :
Rp 2.000,00 X 25 orang = Rp 50.000,00
Ø  Minuman kopi  seharga Rp 2.500,00 dengan pemesan 25 orang :
Rp 2.500,00 X 25 orang = Rp 62.500,00
Ø  Minuman susu seharga Rp 3.000,00 dengan pemesan 25 orang :
Rp 3.000,00 X 25 orang = Rp 75.000,00
Ø  Minuman susu seharga Rp 3.500,00 dengan pemesan 25 orang :
Rp 3.500,00 X 25 orang = Rp 87.500,00
Total pendapatan perbulan dengan 100 pemesan minuman dengan keuntungan Rp 500,00  tiap minuman yang dipesan adalah :
Rp 500,00 X 100 pemesan = Rp 50.000,00 X 30 hari = Rp 1.500.000,00



















BIODATA
Nama lengkap                     : Abdul bari
Tanggal lahir                        : Bondowosao, 31 Juli 1993
NIM                                    : 201123007
Alamat E-mail                    : unarsbari@yahoo.co.id
Fakultas/prodi                    : Pertanian/ agribisnis
Riwayat pendidikan           : SDN petung 02
SMPN 05 Bondowoso
SMKN 1 Tegalampel
Perguruan tinggi                : Universitas Abdurrachman Saleh
Situbondo











BIODATA
Nama lengkap                     : Rully Prasetyo Wibowo
Tanggal lahir                        : Tegal, 3 Juli 1993
NIM                                        : 201123036
Alamat E-mail                      : rullyprasetyo45@yahoo.com
Fakultas/prodi                    : Pertanian/ Agribisnis
Riwayat pendidikan           : SDN 02 Ujungrusi
SMPN 04 Adiwerna
SMA Bhakti Praja Adiwerna
Perguruan tinggi                : Universitas Abdurrachman Saleh
Situbondo











BIODATA
Nama lengkap                     : Devi wulandari supriadi
Tanggal lahir                        : Lampung , 31 januari 1994
NIM                                        : 201123009
Alamat E-mail                      : ditacahyawulandari@yahoo.com
Fakultas/prodi                    : Pertanian/ Agribisnis
Riwayat pendidikan           : SDN 01 Banyuglugur
SMPN 02 Banyuglugur
SMK Arsy baruna indonesia
Perguruan tinggi                : Universitas Abdurrachman Saleh
Situbondo












BIODATA DOSEN PENDAMPING

a.     Nama lengkap                     : Yasmini Suryaningsih, S. Pt. MP.
b.     Tempat, tanggal lahir        : Situbondo, 9 Mei 1976
c.      NIS                                          : -
d.     Alamat                                   : Jalan Hasan Assegaf Dawuhan Parse
RT. 4 RW. 3 No. 16 Situbondo
e.     Pendidikan terakhir           : S-2 (Agranomi)
f.       Perguruan tinggi                : Universitas Jember
g.     Tahun lulus                          : 2005

Pengalaman penelitian
No
Judul penelitian
Tahun
1.
Pengaruh jumlah sisira penunjang terhadap kecepatan pembentukan madu
2001
2.
Produksi dan kualitas beberapa varietas edamane akibat pengaruh sisa penggunaan kascing
2005
3.
Perlakuan silase untuk ketersediaan pakan ternak dimusim kemarau(pengabdian pada masyarakat)
2008